Kekecewaan siswa kejuruan bertemu menteri

Kurang lebih ada sekitar 9.000 siswa sekolah kejuruan dan orang tua mengikuti dialog nasional bersama dengan Menteri Perindustrian dan Menteri Perhubungan. Mereka mengeluhkan minimnya peluang dalam menjalankan praktik kerja akibat terbatasnya peralatan sekolah.

Sejumlah siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten dan Kota Kediri tak menyia-nyiakan peluang saat mendapat peluang berdialog bersama dengan ke dua pejabat kementerian. Mereka mengeluhkan minimnya peluang saat ingin menjalankan praktik kerja di sekolah hingga rendahnya serapan pekerjaan pada alumnus sekolah kejuruan.

“Kami praktik hanya satu hingga dua kali sebulan,” kata salah seorang siswa SMK didalam Dialog yang diberikan antara siswa dan juga menteri. Pelajar kelas tiga berikut mengaku tak dapat maksimal mempelajari teori di kelas gara-gara tak mendapat dukungan praktik yang cukup. Akibatnya, mereka kerap kebingungan saat mengoperasikan peralatan mekanik di perusahaan industri. Padahal sekolah ini dirancang mempersiapkan kapabilitas keterampilan pelajar sehingga siap memasuki dunia kerja.

Pemahaman kekecewaan siswa kejuruan bertemu menteri

Menteri perindustrian mengaku telah mempersiapkan solusi bagi SMK lewat pendidikan vokasi. Solusi itu di antaranya meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merevisi kurikulum SMK untuk berikan porsi besar pada kesibukan praktik dibanding teori. Dia terhitung meminta kepala sekolah untuk mendata keperluan peralatan praktik siswa. “Nanti biar di check oleh Dirjen sejauh mana kurikulum baru ini diterapkan di sekolah-sekolah SMK,” ujarnya.

Menteri perindustrian menambahkan, masalah mendasar kurang terserapnya lulusan SMK oleh perusahaan industri adalah kapasitas mereka yang rendah. Banyak lulusan SMK yang tidak memenuhi standar keperluan tenaga kerja industri bersama dengan alasan kurang cakap. Padahal kuantitas lulusan SMK di Indonesia meraih 600 ribu orang setiap tahunnya. dan tidak dapat ditampung perguruan tinggi.

Sejak awal tahun, pemerintah telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang menghubungkan penyelenggara sekolah kejuruan bersama dengan perusahaan industri. Program ini berikan standar kapabilitas lulusan SMK sehingga tersertifikasi dan dapat segera di terima sebagai tenaga kerja perusahaan industri.

Di lain pihak, pemerintah terhitung mendorong perusahaan nasional untuk memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dari lulusan sekolah kejuruan. Ditargetkan kuantitas serapan lulusan SMK ke sektor industri akan meningkat pada tahun. ketiga atau 2023 mendatang.

Direktur PT Gudang Garam Tbk pun telah membuka peluang kepada para lulusan SMK bergabung di perusahaannya. Bahkan jauh sebelum saat pemerintah meluncurkan program vokasi, perusahaan rokok ini telah merekrut banyak sekali lulusan sekolah kejuruan di beragam jenjang pekerjaan. “Sejak dulu dan hingga kapan pun kami telah membuka peluang luas untuk bergabung,” katanya.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tangan Robotik Buatan Pelajar SMK Hebohkan Nusantara

Tangan robotik buatan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan belakangan ini sempat membuat gempar bukan hanya jagat dunia maya namun hingga ke seluruh penjuru negeri di Republik Indonesia kita tercinta. Siapa sangka, Alwan Hanif Ramadhan yang pada saat itu baru saja menginjak usia terhitung masih sangat belia yaitu 16 tahun, telah mampu menemukan tangan prostetik berikut sistem robot muktahir nya.

Temuan ciptaannya tersebut sangat menjanjikan karena besar kemungkinan dapat diproduksi secara massal dengan biaya yang relatif terjangkau pula. Sontak saja sejumlah awak media pun ramai berdatangan silih berganti ingin mewawancarai calon harapan bangsa di masa depan tersebut seraya ingin mengorek informasi yang mendetail tentang sosok ilmuwan cilik tersebut.

Tangan Robotik Buatan Pelajar SMK Hebohkan Nusantara

Pada mulanya Hanif merasa simpati melihat kondisi seorang teman dekatnya yang tergolong warga disabilitas, lebih tepatnya tanpa telapak tangan maupun jari – jemari. Seketika itu juga muncul semangat dan dorongan kuat dalam dirinya untuk membantu temannya yang menyandang gelar difabel, dan mulailah ia melakukan riset kecil-kecilan melalui berbagai sumber di internet.

Hanif semakin termotivasi manakala menemukan ribuan artikel yang seakan sependapat bahwa tangan robotik itu bukan lagi menjadi sebuah hal yang mustahil. Namun, Hanif sempat kecewa karena melihat bahwa tangan buatan tersebut dibanderol dengan harga yang fantastis dan cenderung mahal untuk anak seusianya.

Tangan Robotik Buatan Pelajar Hampir Sirna Karena Penciptanya Sempat Putus Asa

Sebagai seorang siswa biasa, Hanif sempat berkecil hati karena biaya menyambungkan saraf pada otak menuju anggota gerak tangan bukanlah perkara mudah. Itulah sebabnya satu unit tangan robot di pasaran bisa senilai ribuan US Dollar, dan dari sanalah semangatnya mulai membara untuk menorehkan sejarah yaitu dengan penemuan tangan robotik buatan pelajar SMK.

Supaya dapat menekan ongkos produksi, tangan robot yang biasanya berbahan besi ataupun logam ia ganti dengan material alternatif yaitu plastik. Namun itu bukan plastik biasa, melainkan berjenis PLA dan TPU yang memiliki sifat solid namun juga lentur di saat bersamaan.

Tangan Robotik Buatan Pelajar Hampir Sirna Karena Penciptanya Sempat Putus Asa

Dari sanalah terbentuk cikal bakal di mana beberapa tahun setelahnya Hanif berhasil mengembangkan karya temuannya menjadi terwujud ke dunia nyata. Kemudian ia pun berlanjut ke persoalan berikutnya yaitu mencari komponen bahan pengganti sensor otak yang notabene membuat harga barang ini selangit.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, karena riset Hanif pun berbuah manis, ia akhirnya mendapati bahwa sensor FSR dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sensor otak sekaligus lebih bersahabat di kantong. Satu unit tangan robotik buatan Hanif dapat anda pesan dengan masa tunggu sekitar dua bulan dan biaya hanya setara kurang lebih lima ratus ribu rupiah saja.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar